Kamis, 21 Juni 2012

Duhai


Melukis indahmu di pejamku
serupa masuk di bentangan langit
terlalu lembut senyummu sayangku
dari biru mengental jadi rindu
duhai...

Stg 2012

Wan Suwandy

Penanda Usia


Helai hari hari yang luruh di pohon waktu
membawa langkahmu hingga kemari ,
hari ini ; jejak di kalender usia menganyam purna
nganga luka yang kemarin mendekat, menyibak pintu do’a

angin Mei hembuskan sejuk di mulut embun
seiring ikhlas dan tabahmu tumbuh merimbun
larutkan malammalammu dengan zikir terlantun
tenteramkan diri berkencan dengan ilahi
berdekapan di ruang paling sunyi bersama Rabbani

di hari jadimu ini ...
hanya sepotong do’a sederhana yang bisa kukirim buatmu duhai kesayangan
sesederhana tulusku menggenggam jemarimu ;
saat pertama kali kita bertemu
indahnya masih bersemu : Merah jambu :)

SELAMAT ULANG TAHUN dindaku sayang Teratai Abadi
RakhmatNYA senantiasa tercurah sepanjang tapakmu melangkah
meniti jalan mardhatillah, sehat, bahagia, sejahtera tersyukuri dalam ibadah
mengisi perjalanan usia yang penuh berkah, insya Allah sepanjang langkah..barakallah..
amiin Allahumma amin

Stg, 21 Mei 2012

Wan Suwandy

Pejalan


aku menyeru langit
teteskan embun di gulita jiwa nan sengit
lalu kuseru bumi
tebarkan salam di kerontang gerah hati nurani

kau , aku dan kalian hanyalah pejalan
yang sekejap melintas berlindung di keteduhan
merunduklah

Stg, 250512

Wan Suwandy

Resah


katamu rindulah bikin malam jadi biru
lalu angin membisikkan keluhnya
meluruhkan resah di sayap kata-kata
hingga temaram jiwa seperti membeku

benarkah sepi kabut yang membalut mimpi jadi kusut
rindu itu masih menanti jejak embun lembut menyaput
serupa cahaya bertahta di lengkung bulan
pesonanya menikung di hati nan rawan..

duhai......


Stg,2012

Wan Suwandy

RINDU


rindu ini serupa debar tunggu yang detaknya tiada jemu
serupa seru nan jauh luruh di antara deru hujan jatuh
lebur dalam nyanyian berjuta aksara tak terkata ..
dan pagi ini rindu mengental di gelas kopiku yang gelisah
teraduk bersama candu yang basah

Stg, 2012
Wan Suwandy




Pelangi di Langit Jiwa


Biasmu hamparan pelangi di langit jiwaku
Tak ingin rasanya musim ini beranjak
Biarkan kulukis lekuk senyummu dinda
Di putih bayang senja
dalam deru hujan
jadi nyanyian beribu rindu

Stg, 2011
Wan Suwandy

Teratai Malam

senja berkemas melipat ronanya ke balik malam
di nyala jingga penghabisan
rindu menghujam hati remuk redam
lembayung temaram menukar gaunnya dalam diam
shiluet bidadari sujud di bawah bayang bulan
riak berpendar cahaya tasik keperakan
mendekap mesra sang Teratai malam